-->

9 Tips Untuk Membantu Anda Mengontrol EMOSI saat MARAH

Mengelola emosi secara efektif dalam situasi stres akan membantu kita menemukan solusi yang tepat dan meninggalkan kesan yang baik di mata orang lain.

Terkadang, ada situasi yang terjadi yang membuat kita tidak mampu untuk tetap tenang menghadapinya. Perilaku emosional ketika marah dapat menyebabkan banyak konsekuensi yang tidak diinginkan, merusak hubungan dan bahkan menyakiti orang lain. Oleh karena itu, mempelajari cara mengendalikan amarah sangat penting untuk menghindari situasi yang menimbulkan konflik dan perselisihan.

APAKAH KEMARAHAN BENAR-BENAR BERBAHAYA?


Menurut profesor Universitas Negeri Ohio dan Dr. Brad Bushman, kemarahan adalah emosi negatif, tetapi tidak seburuk yang sering kita pikirkan. Tergantung pada situasinya, kemarahan membuat kita merasa lebih kuat, memberi kita motivasi untuk membela apa yang kita anggap benar. Dalam kehidupan sehari-hari, kemarahan terkadang mendorong kita untuk mengatasi rintangan untuk mencapai tujuan penting. 


Namun, emosi marah, jika muncul pada waktu yang salah atau tidak dikendalikan dengan benar, dapat dengan mudah mengarah pada kekerasan, yang  berdampak buruk pada hubungan. Selain itu, saat Anda marah, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti Kortisol, Adrenalin, yang memengaruhi sistem saraf dan kekebalan tubuh. Banyak penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering marah memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung dan dapat menyebabkan stroke. Oleh karena itu, kita perlu belajar bagaimana mengendalikan amarah untuk melindungi kesehatan kita serta meninggalkan simpati untuk orang-orang di sekitar kita.

RAHASIA MENGENDALIKAN EMOSI SAAT MARAH

1. BERHENTI BERHARAP TERLALU BANYAK

Menurut psikolog Bernard Golden, penulis Overcoming Destructive Anger: Strategies That Work , sebagian besar kemarahan berasal dari harapan yang tidak realistis tentang diri sendiri. , tentang orang lain dan dunia ini. Pernahkah Anda berada dalam situasi yang bertentangan dengan keinginan Anda dan kemudian harus berkata: Mengapa hidup begitu tidak adil? Mengapa orang lain memperlakukan saya seperti ini? Jika orang itu benar-benar mencintai saya, mereka seharusnya tidak… Untuk menghindari emosi negatif, berhentilah menaruh harapan pada hal-hal yang tidak dapat Anda kendalikan. Fokus pada hal-hal yang berada dalam kekuasaan Anda dan hanya menghabiskan waktu dengan orang-orang yang benar-benar penting.

Baca juga : Agoraphobia: Penyebab, Gejala, Diagnosa, Pengobatan.

2. PERTIMBANGKAN KEMBALI TANGGUNG JAWAB ANDA

Ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana, kita sering marah dan cenderung menyalahkan situasi atau mencoba memaksakan tanggung jawab kepada orang lain. Tindakan ini tidak hanya tidak dapat membantu kita memecahkan masalah, tetapi juga akan memperburuk situasi. Alih-alih kesal dan kesal dengan semua orang di sekitar Anda, pertimbangkan baik-baik apakah Anda sendiri adalah salah satu penyebab situasi ini. Ketika Anda menyadari tanggung jawab Anda, Anda akan menemukan cara yang tepat untuk menanganinya, menghindari emosi pribadi yang mempengaruhi kolektif.

3. BERPURA-PURALAH KAMU ORANG LUAR

Terkadang, masalah yang belum terselesaikan membuat kita merasa kesal dan tidak nyaman. Itu sebabnya kita mudah terjerumus ke dalam keadaan "mengunyah" cerita-cerita lama ketika menghadapi orang-orang yang memprovokasi kita. Tindakan ini hanya "menambah bahan bakar ke api", membuat hubungan antara Anda dan orang lain menjadi lebih buruk. Lain kali seseorang membuat Anda marah, berpura-puralah Anda orang luar. Pikirkan bahwa Anda hanya menyaksikan hal-hal yang telah terjadi dari jauh dan itu tidak ada hubungannya dengan Anda. Ini akan membantu Anda untuk mengamati masalah dan melihat emosi Anda dengan lebih jelas, sehingga dapat mengendalikan amarah Anda.


4. BERLATIH MEDITASI

Meditasi mindfulness membantu kita fokus pada perasaan dan pikiran kita pada saat ini, dengan tenang merenungkan bagaimana kita harus bersikap untuk menghindari konflik. Selama dua dekade terakhir, ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa meditasi efektif dalam mengendalikan emosi saat marah. Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2017 dalam jurnal Mindfulness menemukan bahwa berlatih meditasi setiap hari selama 3 minggu membantu kita mengendalikan amarah secara efektif, mengurangi perilaku agresif. Namun, Anda juga tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu dalam sehari untuk berlatih meditasi. Hanya sekitar 5 menit sehari akan membuat banyak perbedaan.

5. TARIK NAPAS DALAM-DALAM

Jika Anda tidak punya waktu untuk bermeditasi, Anda bisa berlatih pernapasan dalam setiap hari. Metode ini tidak hanya membawa banyak manfaat kesehatan tetapi juga memperlambat detak jantung Anda, membantu Anda mendapatkan kembali ketenangan untuk memikirkan dan menemukan solusi yang tepat. Rilekskan tubuh Anda dan terapkan latihan ini sekitar 3-5 kali per hari untuk mengendalikan emosi dengan lebih baik dalam situasi stres.

6. LATIHAN

Olahraga adalah cara yang sehat untuk mengekspresikan kemarahan. Tidak hanya memiliki efek menghilangkan stres, menenangkan jiwa , membantu Anda mengendalikan emosi secara efektif, olahraga teratur akan memberikan tubuh yang sehat, penuh energi. Anda dapat memilih latihan sederhana seperti yoga, lompat tali, jogging ... dikombinasikan dengan latihan di luar ruangan untuk menghirup udara segar, membantu tubuh dan pikiran untuk rileks.


7. PIKIRKAN TENTANG APA YANG TELAH DILAKUKAN ORANG LAIN UNTUK ANDA

Saat terjadi konflik, jangan buru-buru mengkritik atau melampiaskan amarah Anda pada orang lain karena kata-kata marah bisa membuat mereka merasa tersakiti. Dengan tenang ingatlah saat-saat mereka membantu Anda, bersyukurlah atas hal-hal baik yang telah mereka berikan kepada Anda untuk menghilangkan emosi negatif saat ini. Coba bayangkan di masa depan, ketika Anda melihat kembali saat ini, bagaimana perasaan Anda dengan perilaku Anda sehingga Anda dapat mengendalikan diri dan menghindari penyesalan di kemudian hari.

8. TIDUR YANG CUKUP

Sebuah studi dalam jurnal Sleep pada tahun 2020 menemukan bahwa kita lebih mudah marah pada hari-hari yang kurang tidur. Saat Anda kurang tidur, hormon stres tiba-tiba meningkat, membuat Anda selalu dalam kondisi lelah, mudah tersinggung, dan marah. Oleh karena itu, kita perlu mengatur waktu istirahat yang wajar agar pikiran selalu tenang.


9. GUNAKAN TERAPI PERILAKU-KOGNITIF

Terapi perilaku kognitif (CBT) sering digunakan untuk mengobati gangguan kesehatan mental seperti depresi, gangguan stres pasca-trauma, dan gangguan makan. Dengan metode terapi ini, Anda akan berbicara dengan terapis tentang masalah yang Anda alami. Namun, Anda tidak harus memiliki masalah kesehatan mental untuk menggunakan terapi ini. Berbicara dengan psikolog dapat membantu Anda menyadari pikiran negatif dan menemukan cara efektif untuk mengelola emosi saat menghadapi situasi stres.

Atas

Tengah 1

Tengah 2

Bawah