-->

3 Proses Menanam dan Merawat Kecambah

Tauge merupakan sayuran yang bersih, mengandung banyak nutrisi dan membawa banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, banyak ibu rumah tangga yang memilih menanam kecambah sendiri di rumah untuk disajikan sebagai santapan keluarga. Namun, tidak semua orang mengetahui proses menanam dan merawat kecambah yang tepat untuk mendapatkan banyak nutrisi dan menjamin kesehatan seluruh keluarga. Jadi, hari ini My Garden akan menunjukkan cara membuat kecambah sederhana dan berkualitas di rumah!

1. Apa itu kecambah? Penggunaan kecambah yang bagus


Tauge merupakan sayuran yang bersih, mengandung banyak nutrisi dan membawa banyak manfaat bagi kesehatan manusia.

Proses menanam dan merawat kecambah cukup melelahkan dan membutuhkan ketelitian, namun banyak ibu rumah tangga memilih untuk melakukannya sendiri. Karena taoge merupakan sayuran yang masih muda dan bersih, maka mengandung banyak nutrisi, 5 kali lebih tinggi dari sayuran hijau biasa. Kecambah dibuat dengan biji-bijian seperti: kacang hijau, kacang merah, lobak, sawi, sawi, bok choy, bok choy, kangkung, bawang, dll. Waktu tumbuh kecambah pendek, hanya membutuhkan waktu sekitar 4-15 hari untuk dipanen. Kecambah dibagi menjadi 2 jenis:
  • Kecambah Hijau: Kecambah hijau terbentuk ketika biji tumbuh dalam kondisi cerah. Batang putih kehijauan dan kotiledon hijau seperti kecambah, dll.
  • Kecambah Putih: Kecambah Putih terbentuk ketika biji tumbuh tanpa adanya cahaya. Batang sayur berwarna putih dan kotiledon kekuningan seperti tauge, tauge, dll.

Baca juga : 3 Langkah menanam mangga Thailand dengan Teknik yang Benar.

Apa kegunaan kecambah? Proses menanam dan merawat kecambah tidak sederhana, tetapi dibandingkan dengan manfaat yang diberikan sayuran ini bagi kesehatan manusia, Anda akan menemukan bahwa usaha Anda benar-benar sepadan. Kecambah mengandung banyak serat, vitamin B kompleks, protein, enzim pencernaan, vitamin C, senyawa tanin dan beberapa komponen antioksidan yang paling canggih. 

1.1. Mengontrol gula darah

Menurut hasil penelitian para ahli kesehatan, antioksidan sulphoraphane dalam kecambah brokoli memiliki kemampuan untuk menurunkan resistensi insulin dan mengontrol gula darah dengan sangat baik. Oleh karena itu, penderita diabetes sebaiknya memilih kecambah brokoli untuk dimakan, mendukung pengobatan penyakitnya.

1.2. Kecambah baik untuk sistem pencernaan

Tingkat enzim amilase dalam biji berkecambah lebih tinggi daripada sayuran umum lainnya, yang membantu dalam pencernaan karbohidrat menjadi gula. Selain itu, kecambah dari biji juga mengandung enzim fitase, yang mencegah tubuh menyerap logam berat.

1.3. Kecambah meningkatkan sirkulasi darah

Dalam tubuh manusia, proses peredaran darah memegang peranan yang sangat penting, membantu melancarkan peredaran darah ke otak, jantung dan organ tubuh lainnya agar tubuh dapat berfungsi dengan baik. Sedangkan secara teratur makan kecambah akan memperlancar peredaran darah, suplai darah ke otak, jantung, dll dengan mudah dan cepat. Akibatnya, membantu meningkatkan produktivitas tubuh dan pertumbuhan sel.

1.4. Makan kecambah untuk mendapatkan kulit yang cantik

Bagi wanita, masalah penuaan selalu menjadi kekhawatiran yang konstan, semakin tua Anda, semakin buruk kulit Anda, membuat Anda mencela diri sendiri. Untuk memperbaiki situasi ini, makanlah kecambah secara teratur. Karena dalam sayuran bersih ini mengandung kandungan vitamin C yang melimpah, membantu kulit untuk meningkatkan produksi kolagen, meningkatkan elastisitas kulit, menghancurkan radikal bebas. Sumber yang kaya vitamin E juga membantu memperlambat proses penuaan. Selain itu, kecambah juga mencegah kanker kulit.

Baca juga : Penggunaan Probiotik dan Pestisida pada waktu yang Tepat.

2. Proses sederhana menanam dan merawat kecambah di rumah


Tauge merupakan sayuran yang bersih, mengandung banyak nutrisi dan membawa banyak manfaat bagi kesehatan manusia.

Bagaimana cara menanam dan merawat kecambah ? Anda benar-benar dapat membuat kecambah sendiri di rumah, memastikan keamanan pangan dan menghemat uang untuk membeli sayuran di pasar dan supermarket. Pada dasarnya, ini akan mencakup langkah-langkah berikut:

2.1. Siapkan bahan untuk menanam kecambah

Agar kecambah bersih dan segar, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memindahkan benih, bahan, dan alat untuk menanam kecambah.

2.1.1. Pemilihan benih berkualitas
Pemilihan benih dalam tahapan menanam dan merawat kecambah sangat penting. Karena untuk mendapatkan kecambah yang cepat tumbuh, subur dan bergizi, Anda harus memilih benih yang berkualitas dengan asal yang jelas. Sama sekali tidak ingin membeli benih murah, yang mengandung zat asuransi berbahaya yang dijual di pasaran. Benih kecambah populer, banyak orang memilih seperti kacang hijau, brokoli, lobak putih, bayam, kohlrabi, kedelai, dll.

Baca juga : 4 Langkah Menanam Jambu Biji dalam Pot Agar Berbuah Besar.

2.1.2. Jenis tanah apa yang baik untuk menumbuhkan kecambah?
Tidak mungkin menanam kecambah secara sembarangan di semua jenis tanah. Jika Anda ingin memiliki kecambah yang segar dan berkembang dengan baik, Anda harus memilih jenis tanah yang digunakan secara eksklusif untuk menghasilkan kecambah. Atau yang terbaik adalah menggunakan serbuk sabut kelapa, karena jenis media ini memiliki banyak keunggulan luar biasa dan cocok untuk kecambah. Jumlah sabut kelapa yang digunakan untuk setiap penanaman sangat kecil dan Anda dapat menggunakannya kembali berkali-kali, sehingga menghemat biaya.

2.1.3. Siapkan alat untuk menanam dan merawat kecambah
Bagian ketiga dari tahap persiapan dalam proses menanam dan merawat kecambah adalah menyiapkan alat-alat seperti nampan, rak, dan kertas pelapis. Anda dapat menggunakan furnitur di rumah Anda untuk membuat nampan untuk tanah atau pergi ke toko peralatan pertanian untuk membeli nampan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Rak dapat memilih untuk membeli rak besi, rak kayu dan berjajar di bawah lapisan kertas tipis. Dengan menggunakan paper liner, saat panen selesai, Anda akan dengan mudah mengganti lapisan tanah baru tanpa khawatir menempel pada sayuran.

2.2. Melaksanakan proses penanaman dan perawatan kecambah

Menanam kecambah akan mencakup 3 langkah: merendam benih, membuat substrat dan menabur benih. Setiap langkah membutuhkan operator untuk melakukannya dengan benar dan dengan ketelitian untuk membawa hasil yang baik.

Baca juga : Cara menanam nangka thailand untuk buah awal dan hasil tinggi.

2.2.1. Rendam biji
Dalam proses menanam dan merawat kecambah , saat merendam benih, Anda hanya perlu mengambil sekitar 2-3 sendok kecil benih. Karena dari 2-3 sendok makan biji tersebut, kecambah akan tumbuh, berkembang dan menempati seluruh area baki tanam. Pertama, rendam benih dalam air hangat (45-50 derajat Celcius) selama 2-5 jam (biji bercangkang tebal butuh waktu lama untuk direndam sementara biji berkulit tipis lebih sedikit direndam). Selama proses perendaman, buang biji pipih dan biji dalam.
  • Sayuran berdaun: Kubis hijau, bayam, selada direndam selama sekitar 3-5 jam, diinkubasi selama sekitar 8-12 jam. Bayam, kangkung direndam sekitar 3-5 jam, diinkubasi sekitar 12-36 jam.
  • Rempah-rempah: Marjoram, perilla direndam selama sekitar 3-8 jam, diinkubasi selama sekitar 12-14 jam. Seledri, daun bawang, bawang bombay, daun ketumbar direndam kurang lebih 8-12 jam, diinkubasi kurang lebih 12-24 jam.
  • Sayuran buah: Melon, labu siam, labu, terong, tomat, timun direndam selama kurang lebih 5-8 jam, diinkubasi selama kurang lebih 12-14 jam. Rendam okra selama sekitar 8-12 jam, inkubasi selama sekitar 12-14 jam

2.2.2. Membuat media tanam kecambah
Sambil menunggu kecambah mengering, siapkan nampan styrofoam dan masukkan substrat setebal 2-3cm, ratakan permukaannya. Kemudian dilanjutkan dengan menyemprotkan air untuk membasahi substrat, kemudian dilanjutkan dengan mengoleskan kertas penyerap pada permukaan substrat dan menyemprotkan air untuk kedua kalinya.

Tauge merupakan sayuran yang bersih, mengandung banyak nutrisi dan membawa banyak manfaat bagi kesehatan manusia.

2.2.3. Menabur benih yang direndam
Saat kecambah dikeringkan, Anda bisa mulai menabur benih secara merata di permukaan substrat dengan kepadatan berbeda. Tergantung pada jenis benih, tetapi biasanya jumlah rata-rata sekitar 10g benih / 40cm2 permukaan substrat. Setelah benih disemai, semprotkan air lagi lalu tutupi permukaan baki dengan karton selama 2 hari.

Baca juga : Penerapan Cuka Kayu untuk Pertanian saat ini.

2.3. Bagaimana cara merawat dan memanen kecambah?

Bagaimana cara menanam dan merawat kecambah ? Setelah Anda selesai menanam benih di permukaan substrat, Anda dapat merujuk ke petunjuk perawatan di bawah ini.
  • Hari 1 + 2: Gerimis ringan, tempatkan baki tanam di tempat gelap, tutupi baki dengan kertas karton. Tempatkan baki di atas satu sama lain, atau gunakan kantong plastik untuk menutupi baki untuk menjaga kelembapan, mengurangi penguapan air, dan merangsang perkecambahan biji lebih cepat.
  • Hari 3: Lepaskan penutup, bawa baki ke area dengan cahaya terang, suhu sekitar 26-31 derajat Celcius, sirami 1-2 kali sehari agar substrat tetap lembab. 
  • Saat pohon setinggi 3-5cm : Gunakan penyemprot kecil untuk menyirami dasar dengan ringan atau sesuaikan nosel ke balok untuk menyirami baki, putar dan miringkan baki untuk menyebarkan air secara merata.
  • Deteksi hama: Saat mendeteksi nampan kecambah yang menunjukkan tanda-tanda penyakit, perlu mengisolasi nampan itu dari area produksi, untuk menghindari penyebaran yang sulit dikendalikan.
  • Saat dipanen: Gunakan pisau tajam dan potong dekat dengan pangkal kecambah. Atau ludahkan dan gunakan gunting untuk memotong akar kecambah lalu bilas dengan air bersih untuk segera digunakan. Jika tidak digunakan semua, Anda bisa memasukkannya ke dalam lemari es selama 3-5 hari ke depan.

Baca juga : 6 Langkah Menanam Durian Sukses Menurut Pengalaman Petani.

Semoga informasi tentang proses menanam dan merawat kecambah yang Mygarden.com.vn berikan di atas dapat bermanfaat untuk Anda. Yuk bagikan artikel ini, agar teman dan kerabat kamu juga tahu cara membuat kecambah segar yang bersih! | MyGarden 

Atas

Tengah 1

Tengah 2

Bawah