-->

Ingatlah! Kita Hanyalah Sebagian Kecil Dari Sejarah

Assalamualaikum Wr. Wb. - Entah kenapa saya ingin menggunakan judul ini walaupun isinya berbeda, dan juga banyak sekali akulturasi bahasa.

Sahabat apakah mereka yang selalu ada di samping kita saat kita susah dan pada saat kita sedang senang, menurut saya bukan itu artinya. Sahabat adalah mereka yang pernah ada untuk mengukir sejarah hidup kita, mereka yang senantiasa tertawa bersama kita, terutama mereka yang sangatlah berarti untuk kita. Tidak perlu tahu kalau kita sedang susah, yang harus mereka ketahui hanyalah di saat kita senang saja, itu sudah cukup.

Ada banyak hal yang telah kita lakukan selama ini. Dengan hanya melihat wajah-wajah mereka, ada banyak hal yang dapat kita kenang, ada banyak hal yang dapat membuat kita tersenyum. 

Ingatlah! Kita Hanyalah Sebagian Kecil Dari Sejarah

Berikut adalah beberapa nama-nama permainan di masa kecil saya :
  • Pot : sejenis permainan menata kelereng dalam sebuah garis segi tiga dan semua pemain berusaha untuk mengeluarkan kelereng tersebut dari dalam segi tiga, apabila kelereng pemain masuk ke dalam segi tiga itu artinya mati dan kelereng yang didapatkan harus ditata kembali ke dalam segi tiga, dan apabila kelereng pemain lain mengenai kelereng kita maka hasil kelereng kita harus di berikan kepada pemain tersebut. 
  • Srok : permainan ini sejenis permainan menumpuk kartu/plek lalu pemain melemparkan batu pilih untuk mengenai kartu tersebut sampai keluar lingkaran. 
  • Dampar : permainan berbahaya menggunakan batu, kalau anak sekarang mungkin tidak boleh ditiru
  • Wok-wokan : permainan memasukkan kelereng ke dalam lubang kecil. 
  • Delikan : 1 pemain jaga dan berhitung sementara yang lainnya ngumpet. 
  • Dam-daman : permainan untuk 2 orang dimana setiap pemain harus mengumpulkan 25 buah kerikil untuk memainkannya. 
  • Gobak sodor : permainan dimana ada yang menjaga garis agar tidak dilewati pemain musuh 
  • Engkleng : dalam bahasa Indonesia mungkin dikenal dengan nama Engklek. 
  • Sepak sekong : mirip seperti Delikan yang membedakannya adalah pemain harus menendang bola lalu bersembunyi.
  • Bakso-bakmi Menjadi patung

Beberapa hal yang pernah saya lakukan sewaktu kecil :

  • Waktu pertama masuk TK saya pernah sembunyi di balik pohon pisang dan setia hari sabtu senam di depan masjid, waktu TK juga pernah ikut keliling (seperti miniatur kakbah) di alun-alun Ponorogo, dan juga berwisata di serangan.  nama TK nya TK Aisiyah Utara SMPN 1 Bungkal 
  • Waktu SD pernah ikut ke sawah panen padi malam hari kemudian tidur di damen. 
  • Sering mencuri buah coklat yang ada di timur sekolah, dan juga pernah mencuri coklat dan jeruk di depan TPA atau lebih tepatnya di selatan SD pada saat jam istirahat atau pas waktu masuk TPA. Sering juga nyrawati pohon kedondong di belakang rumah yang ada di depan SD, nama sekolahnya adalah SDN 1 Bancar. 
  • Waktu SD yang saya pikirkan hanya main, nonton anime di hari minggu, mancing di kali atau depan SMPN 2 Bungkal, buat layang-layang sampai-sampai gak ada yg tersisa dari buku SD saya kecuali detik-detik UN. 
  • Sering minta kedondong di selatan jalan NGGARE Kidol dan juga pernah minta Murbei di Dungulan, Timur ternak Marmut/kelinci bersama anak-anak NGGARE Kidol, padahal dulu belum saling kenal karena beda Lurungan dan beda sekolah dan juga selalu sepi tidak banyak teman karena saat sore hari juga beda jadwal TPA-nya, kecuali saat musim layangan atau hari minggu. Oleh sebab itu saya sering bermain ke Kandangan, karena banyak teman dan satu sekolahan juga. 
  • Waktu SD dan SMP sering main bola di halaman dalam SMPN 2 Bungkal dan juga sering cari mangga setelah di panen, bahkan sebelum panen juga, sering balapan pake sepeda, dll. 
  • Saat musim hujan, bukan menunggu hujan reda, malah balapan pulang ke rumah naik sepeda di tengah jalan raya, waktu itu belum banyak kendaraan besar yang lewat. 
  • Pada waktu masih SD saya sering mengajak teman ke sungai kecil di tengah sawah yang masih rimbun untuk membendung sungai dan di ublek bareng-bareng memakai kething. Waktu itu saya kira batas sungai itu hanya sampai pada lahan tebu. Tetapi pada saat tidak sengaja ketemu teman nggare kidol, ternyata mereka lewat galengan kulon. Waktu itu saya tidak tahu jalannya, makanya saya selalu kembali saat sudah sampai di lahan tebu. Selain itu, kata emak saya di lahan tebu itu banyak garangan dan ular. 
  • Biasanya pada sore hari kita bawa arit/sabit sendiri-sendiri untuk panen tebu. Hehehe. 
  • Saat di kandangan, kebetulan kami punya hobi yang sama, maka dari itu saya sering main bola bareng, mancing bareng, dolan bareng, berburu bareng, jadi selalu rame. 
  • Sering main di pohon Sawo di belakang rumah teman, main bola di kidol Ori, main engkleng di etan omah, setelah sholat Maghrib belajar iqro. 

Saya rasa dulu masih belum ada pagar yang membatasi jalan kita untuk terus bermain, namun sekarang banyak tembok yang membatasi setiap orang. Namun, jangan lupa untuk terus tersenyum, karena senyum adalah ibadah, dan kurangilah tertawa, karena tertawa dapat mematikan Hati. 

Atas

Tengah 1

Tengah 2

Bawah