-->

Definisi Fototropisme

Bertentangan dengan apa yang mungkin tampak pada pandangan pertama, tanaman bergerak. Jika kita mengamatinya dengan seksama kita dapat melihat bahwa beberapa bagiannya berputar ke arah yang berbeda. Pada kenyataannya, jenis gerakan ini tidak sembarangan, melainkan tumbuhan mencari cahaya. Fenomena ini dikenal sebagai fototropisme.


Adapun etimologinya berasal dari bahasa Yunani foto yang artinya terang, dan dari kiasan yang artinya belok.

Tropisme terdiri dari perubahan dan pergerakan organisme hidup sebagai fungsi rangsangan eksternal. Jika stimulus eksternal adalah cahaya, dan luminositas mempengaruhi pergerakan tumbuhan, itu disebut fototropisme.

Fototropisme positif dan negatif

Jika terdapat sumber cahaya di area berhutan, tanaman akan bergerak menuju sumber tersebut dan dalam hal ini terjadi fototropisme positif. Pada kesempatan luar biasa, tumbuhan menghindari fokus cahaya, sehingga menghasilkan fenomena fototropisme negatif.

Dalam kasus fototropisme positif, ahli botani kuno sudah mencoba memahami mekanisme internal apa yang menjelaskan fenomena ini. Selama berabad-abad tidak ada penjelasan yang memuaskan, tetapi akhirnya diperoleh kesimpulan : auksin adalah molekul dalam sel tumbuhan yang mengaktifkan gerakan menuju cahaya. Auksin adalah fitohormon yang berpartisipasi dalam pertumbuhan dan pergerakan tanaman.

Jika ada titik cahaya yang diarahkan ke tanaman, hal ini menyebabkan konsentrasi auksin meningkat di sisi tanaman yang jauh dari cahaya. Dengan cara ini, dinding sel tempat lebih banyak auksin terakumulasi direntangkan dan tanaman membungkuk ke arah sumber cahaya.

Meskipun kemajuan telah dibuat, masih belum diketahui mekanisme internal apa yang menjelaskan konsentrasi auksin masih belum diketahui. Namun, telah diamati bahwa cahaya biru merupakan penyebab kepekaan tanaman terhadap cahaya. Dalam kasus apapun, distribusi auksin diketahui berhubungan dengan luminositas.

Gravitropisme dikaitkan dengan gravitasi

Tropisme merupakan fenomena yang mempengaruhi semua makhluk hidup. Selain fototropisme, terdapat gravitropisme yang juga berkaitan dengan pergerakan tumbuhan. Seperti namanya, itu semua adalah perubahan yang disebabkan oleh efek gravitasi.

Jadi, gravitropisme inilah yang menjelaskan perluasan akar tumbuhan ke bumi.

Akar dari setiap tumbuhan selalu cenderung ke arah gaya gravitasi, yang dikenal sebagai gravitropisme positif. Sebaliknya, batang berkembang berlawanan arah dengan aksi gravitasi dan fenomena ini disebut gravitropisme negatif.

Jika pertumbuhan akar tanaman dipengaruhi oleh aksi air , maka tropisme dikenal sebagai hidrotropisme.

Atas

Tengah 1

Tengah 2

Bawah